Archive | December, 2013

5 Tips Membuat Desain Brosur Makanan Restoran

27 Dec

Desain Brosur Makanan untuk Menarik Calon Pembeli

Bagi pebisnis kuliner, brosur adalah salah satu tools yang cukup penting. Brosur digunakan untuk menarik calon konsumen agar mau mencoba produk yang mereka jajakan. Untuk bisa menarik calon pembeli, desain brosur makanan ini harus dibuat sebaik mungkin. Desain brosur makanan ini harus didesain tidak saja untuk menarik mereka yang memang sedang mencari produk tersebut, tetapi juga untuk mereka bahkan yang sebelumnya “tidak ada niat” untuk membeli produk makanan tersebut.

ilustrasi-desain-brosur-makanan

Beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk agar desain brosur makanan kita bisa menarik minat calon konsumen. Berikut ini 5 tips yang mungkin bisa digunakan untuk membuat desain brosur makanan anda lebih cantik dan modern :

Tips 1 : Pergunakan Warna Merah pada Desain Brosur Makanan

PrintWarna merah adalah warna yang secara psikologis bisa membangkitkan selera makan. Penggunaan warna merah seakan “wajib” bagi brosur makanan. Bahkan pada sebagian makanan seperti makanan yang diolah dengan cara dipanggang, atau bersentuhan langsung dengan api, ada baiknya warna merah ini digunakan sebagai warna dominan pada desain brosur makanannya.

Untuk semakin memperkuat kesan dan mengundah selera, warna merah ini sebaiknya digunakan sebagai warna “blok”, jangan ditambah unsur gambar lain dengan opacity rendah, sebab “merah”nya jadi kurang memberikan efek. Bagi sebagian orang (yang suka dengan gambar di belakang teks), hal ini memang “kurang ramai”. Namun memang sebaiknya kita harus cermat dalam memilih elemen grafis dan peruntukannya bagi desain brosur makanan ini. Selain warna merah, anda juga bisa menggunakan kombinasi warna kuning, orange, deep yellow, coklat atau bahkan hijau. Jangan gunakan warna biru sebagai warna dominan karena bisa “membunuh selera”.
Tips 2 : Gunakan Foto dengan Kualitas Terbaik

Salah satu yang membuat orang tertarik untuk mencoba adalah visualisasi produk makanan yang kita tawarkan di desain brosur makanan kita. Ini bisa berupa foto atau vektor, namun lebih direkomendasikan berbentuk foto. Ada baiknya anda menggunakan jasa fotografer profesional agar visualisasi produk anda bisa lebih maksimal. Sebab bagaimana pun, untuk masalah fotografi ini, membutuhkan talenta dan pengetahuan khusus. Fotografer yang hebat bahkan bisa membuat makanan terlihat “lebih enak dari aslinya”.

Dalam tampilannya, anda juga harus menampilakn keseluruhan gambar. Dalam desain, anda bisa meng-cropping pada bagian tertentu yang menimbulkan sensasi lebih besar. Menampilkan keseluruhan gambar kadang bisa menimbulkan kesan kaku. Apalagi jika foto yang digunakan tidak profesional. Ini juga bisa jadi tips bagi anda yang resources foto-nya kurang bagus. Crop-lah pada bagian yang “bisa berbicara”.
Tips 3 : Gunakan Jenis Font San Serif pada Desain Brosur Makanan Kita

Font tipe sans serif (tidak berkaki), lebih direkomendasikan karena lebih sesuai dengan karakter makanan. Akan lebih baik lagi jika anda menggunakan tipe font yang bisa menimbulkan perasaan santai dan rileks. Hal ini agar desain brosur makanan kita bisa membangun persepsi kenikmatan, memberikan value lebih dari sekedar mengkonsumsi sebuah produk makanan.

 Tips 4 : Tonjolkan pada Produk Unggulan

Jika desain brosur makanan anda harus menampilkan lebih dari satu produk, maka akan sangat baik jika anda memfokuskan pada 1 atau 2 produk. Penonjolan bisa dalam bentuk, membuat foto produk unggulan itu lebih besar secara ukuran daripada yang lain. Jangan sampai kita ingin menjual semuanya, tetapi justru tak ada satu pun yang dibeli konsumen. Ingat, konsumen memiliki keterbatasan dalam perhatian, dan anda harus bisa membuat mereka tertarik, untuk melihat, membaca, mempelajari dan akhirnya tentu saja mencoba…

Tips 5 : Pergunakan Nuansa Asimetris

PrintJangan membuat desain brosur makanan secara kaku, misalnya, semua gambar sama besar, penempatan antar gambar sama persis, dsb. Anda harus berani bereksperiman dalam desain brosur makanan ini agar hasilnya tidak saja elegan, tetapi juga modern. Ingat, konsumen harus punya cukup alasan untuk membuat mereka mengeluarkan koceknya membeli produk anda. Jika desain brosur makanan anda saja sudah membuatnya bosan, bagaimana dia bisa membeli.

Sebagian orang mungkin ada yang pernah “protes”, dimana ketika mereka mencoba makanan, ternyata “tidak se-enak” yang diperlihatkan di brosur. Ini mungkin kesalahan, namun bukan kesalahan dari desain brosur makanan itu sendiri. Sebab memang tugas sebuah desain brosur makanan untuk menarik minat calon pembaca. Tugas para pemilik bisnis adalah memastikan bahwa memang produknya sesuai dengan apa yang diiklankan di brosur tersebut.

./adm

Advertisements

Cara Mudah Menentukan HPP pada Restoran

12 Dec

Menghitung HPP pada Bisnis Rumah Makan

Secara Umum, metode perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) di bagi menjadi 2, Yaitu :

1. Metode Physical, Disebut juga metode Periodik adalah metode menghitung HPP dengan cara menghitung stock/persedian yang ada secara berkala (dalam periode tertentu) Kemudian mengurangkannya terhadap data stock terakhir sehingga di peroleh selisi jumlah stock/persediaan untuk di hitung dan di jurnal sebagai HPP, Sehingga laporan LABA RUGI yang valid hanya bisa di peroleh pada saat akhir periode yang telah di tentukan.

2. Metode Perpetual, Adalah metode menghitung HPP, Pada saat yang sama di lakukan penjualan atau terjadi perpindahan barang (Mutasi). Dengan metode perpetual ini, maka laporan laba rugi akan selalu valid di setiap saat. Namun metode ini sangat menyulitkan jika Restoran menggunakan Pembukuan Manual.

Lantas, untuk bidang usaha Rumah Makan,Cafe,Depot.. Metode Mana Yang COCOK..???

Dalam menentukan metode perhitungan HPP, kita harus mengacu pada stock/persediaan yang kita jual. Dalam Usaha Rumah Makan,Cafe, Depot,Dll pada umumnya dalam satu menu terdiri dari banyak bahan baku dan takaran berbeda yang mana di gabungkan menjadi satu,hingga menjadi sebuah menu-menu. Meskipun HPP tiap menu sebenarnya bisa di hitung dengan menggunakan proses Assembling (perakitan) BOM (Bill Of Material). Namun hal ini akan menyulitkan dalam operasionalnya.

Jadi.. Apabila kita hanya memerlukan laporan harian, bukan per-JAM misalnya, maka kebutuhan untuk menggunakan metode perpetual efektif bisa kita kesampingkan. Metode Physical harian agaknya menjadi pilihan yang Bijak bagi Anda untuk melakukan Usaha Rumah Makan, Cafe, Depot, Dll

Detail-Produksi-BOM Bill-of-material-Software-restoran

%d bloggers like this: