Archive | February, 2013

Software akuntansi untuk Minimarket/swalayan/supermarket, AzBee versi apa yg cocok untuk bisnis/usaha ini ?

28 Feb

Q: Mini market, Swalayan, Super market cocoknya pakai Bee yang mana ?

A :
Biasanya untuk swalayan dibagi 2 jenis kebutuhan :

  • Backoffice –> Bee Silver keatas

    • menginput master barang baru
    • setting/mengupdate harga jual
    • input transaksi  pembelian, mutasi stok, penyesuaian
    • cetak PO
    • pembayaran hutang dan biaya2
  • Kasir / Point of Sale (PoS) –> tambah modul POS
    • manajemen kasir/PoS, modal dan setoran
    • buka tutup kasir
    • transaksi penjualan kasir / PoS

Video Tutorial untuk bisnis mini market, swalayan, super market

1. Input master


2. Transaksi

3. Laporan

4. Advanced setting

 

Info Pembelian

Silahkan Call
0856 4 100 2958 Azis Purba WhatsApp Only 
0856 4 808 8089 Wulan Wu
BB 2A144B04 Ym Id : azispurba / beeacc10 Email : azis@bits-soft.com / azispurba@yahoo.com

Advertisements

Cara Setting Barcode Scanner INTERCODE IN.2303 di BeeAccounting Software

8 Feb

Cara Setting Barcode Scanner INTERCODE IN.2303

Problemnya barcode tidak bisa dibaca melalui Bee.
Setelah membaca configuration guide,
saya mendapatkan informasi default setting barcode scanner tersebut.
  1. RS232 Com, baudrate=9600, parity=none, stop bits=2
Dari informasi tersebut kemungkinan problemnya karena disebabkan stop bits=2,
karena kebanyakan hardware dengan model komunikasi port COM menggunakan stop bits=1.

Dan ternyata setelah dicoba untuk melakukan setting, barcode sudah bisa dibaca dengan baik.

Berikut akan dijelaskan step-by-step cara setting barcode scanner INTERCODE IN.2303 supaya dapat digunakan di software akuntansi Bee Accounting.

1. Pastikan barcode scanner sudah ON, dan buka buku configuration guide yang sudah ada pada kardus (buku ini memiliki list barcode untuk melakukan setting)

2. Scan barcode dengan nomor 1.1 (kode memulai programming setting)

3. Scan barcode dengan nomor 3.1.20 (merubah setting stop bits ke value 1)

4. Scan juga barcode dengan nomor 3.5.1 (merubah setting usb mode ke mode USB Keyboard Emulation untuk berjaga-jaga)

5. Scan barcode dengan nomor 1.1 kembali (untuk menutup programming setting dan menyimpan perubahan)

6. Cabut barcode scanner dan tancapkan kembali

7. Untuk memastikan, mulai kembali programming setting dengan menscan barcode nomor 1.1

8. Scan juga barcode dengan nomor 3.4.11 (untuk merubah setting keyboard menjadi mode US Keyboard)

9. Scan kembali barcode nomor 1.1 untuk menyimpan perubahan

10. Cabut scanner lalu tancapkan kembali

11. Scanner sudah bisa menuliskan dengan benar kode barcode yang discan pada Bee (serta linux terminal, gedit)

Software Toko, Online

5 Feb

AzBee POS

Lisensi Perdana
Harga : Rp. 1,500,000

Lisensi Tambahan
Harga : Rp. 1,000,000

Bee POS adalah Software Kasir yang dibuat khusus untuk usaha Toko, Minimarket/swalayan, Retail. Mempermudah Penjualan Kasir, mencetak Nota dan mengontrol keluar-masuk stok Gudang, Penjualan khusus untuk kasir : Point of Sales yang dibuat dengan layout sederhana dan mudah digunakan, didesain untuk input data penjualan dengan volume transaksi yang tinggi seperti pada umumnya penjualan retail di supermarket, bisa di operasikan Full Keyboard.

Usaha / Bisnis yang tepat menggunakan Bee POS

  • Minimarket
  • Swalayan
  • Toko
    • Toko Aksesoris
    • Toko Handphone
    • Toko Komputer
  • Salon
  • Cafe
  • Kios/Stand di mall/pameran

Kelebihan

Mudah, layout simple

Menu berbahasa indonesia, layout form intuitiv dan mudah dimengerti bahkan oleh orang yang awam komputer sekalipun.

Huruf besar-besar, sekaligus untuk customer display

Form transaksi penjualan kasir (Point of Sales) sengaja dibuat dengan Font size BESAR agar lebih mudah dibaca oleh kasir dan customer pembeli (bisa sekaligus sebagai customer display)

Full Keyboard cocok untuk input volume transaksi tinggi

Untuk mendukung jumlah transaksi penjualan kasir pada retail swalayan yang volumenya tinggi, sengaja form transaksi P.o.S bisa di input FULL KEYBOARD alias tanpa mouse (optional). Sehingga mempercepat pelayanan penjualan bagi customer.

Support Barcode reader, POS Printer kasir, Cash drawer

Mendukung berbagai macam merk & model Barcode reader laser maupun CCD. Support printer Epson LX-300 maupun POS mini printer: Epson, Samsung, Star, dll. Bisa di koneksikan dengan cash drawer (laci kasir) yang bisa otomatis membuka ketika selesai transaksi.

Struk Nota bisa di desain sendiri, Text Mode High-speed printing

Desain struk nota kasir anda bisa di desain sendiri, anda bisa menambahkan dan mengurangi informasi yang tampil seperti Nama Toko, alamat, npwp, telp, nama kasir, pajak, total, discount, maupun ucapan seasonal dan tips yang bisa ditambahkan sendiri dibawah struk (misalnya).

Fitur

  • Pembelian
  • Hutang (Account Payable)
  • Stok / Inventory
  • Kas/Bank
  • Point of Sales (Penjualan kasir)
  • Multi Gudang
  • Multi Satuan (* ada default satuan untuk penjualan agar aman)
  • Stuk Nota bisa di desain sendiri
  • Support Dot Matrix Printer: LX-300+II (Paralel LPT, USB, Serial), ?POS mini Printer TM-220
  • Support Cash Drawer
  • Support Barcode Reader
  • Bisa Cetak Barcode Sendiri untuk item yang tidak ada barcodenya
  • Jalan di Windows, Linux, Macintosh

Klik Download Disini

Info Pembelian

Silahkan Call
0856 4 100 2958 Azis Purba
0856 4 808 8089 Wulan Wu
BB 2A144B04

Sistem Informasi Akuntansi Perpajakan

1 Feb

Setiap pembayaran/pemungutan/pemotongan pajak yang dilakukan perusahaan adalah transaksi finansial yang harus dicatat sesuai dengan tugas dan fungsi akuntansi.

Pajak mempunyai beberapa sifat sbb :

1.     Pajak merupakan Iuran masyarakat kepada pemerintah yang pembayarannya dapat dipaksakan.  Karena dapat dipaksakan ini sering petugas pajak berlaku sewenang-wenang dalam menjalankan tugasnya. Hal ini juga dipicu oleh banyaknya wajib pajak yang tidak memenuhui kewajibannyanya sebagaimana mestinya serta  kekeliruan dalam mencatat transaksi, khususnya yang berhubungan dengan pajak. Pemungutan pajak berdasarkan undang-undang dan berpihak kepada kepentingan pemerintah. Banyak pengusaha menilai undang-undang dan pertauran perpajakan tidak kondusif.

2.     Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah

3.     Wajib pajak tidak mendapat imbalan jasa (kontraperstasi) secara langsung, akan tetapi wajib pajak mendapat perlindungan dari negara dalam mendapatkan pelayanan sesuai haknya sebagai warga negara.

4.     Pajak mempunyai fungsi mengatur sektor sosial, ekonomi maupun budaya.

Berdasarkan cara pemungutannya (khususnya pajak pusat) dapat dibagi atas:

a.     Pajak langsung, Pajak Penghasilan, Pajak kekayaan yang dikenakan berulang-ulang pada waktu tertentu sesuai undang-undang. Pajak penghasilan dan pajak kekayaan ditanggung dan dibayar oleh wajib pajak dan tidak dapat dipindahkan kepada pihak lain.

b.     Pajak tidak langsung, Pajak Penjualan, Bea meterai, dikenakan pada saat terjadinya perbuatan/transaksi kena pajak, dapat dipindahkan kepada pihak lain.

Berikut ini adalah beberapa jenis pajak yang secara umum selalu dihadapi oleh perusahaan :

Pajak penghasilan Perseroan : Pajak yang dipungut atas penghasilan (laba bersih)

Walaupun penentuan besarnya Pph,  berdasarkan penghasilan bersih menurut Surat Pemberitahuan Tahunan Akhir, Wajib pajak diminta untuk melakukan angsuaran bulanan. Maka mencatat angsuran pajak perseroan dicatat sebagai beban/Pajak dibayar dimuka.

Beban/Pajak Dibayar dimuka                             x,xxx,xxx

Kas                                                                                 x,xxx,xxx

Pada akhir tahun Beban/Pajak dibayar dimuka dilakukan penyesuaaian dengan kewajiban pajak sesungguhnya.

Pajak penghasilan karyawan (Pph 21) yaitu pajak menjadi beban karyawan atas penghasilan yang diperoleh. Dengan demikian pajak ini tidak merupakan beban perusahaan. Dalam hal ini perusahaan hanya berkewajiban menghitung dan memotong gaji/upah. Oleh karena itu setiap  terjadi pemotongan yang telah dilaksanakan timbul utang kepada pemerintah sampai dlakukan penyetoran ke kas negara.

Jurnal pencatatan PPh 21

a.     Pada saat pemotongan (dilakukan pada saat pembayaran gaji)

Biaya Gaji x,xxx,xxx
……Pajak penghasilan (PPh 21)……Kas ( Gaji yang dibayarkan) x,xxx,xxxx,xxx,xxx

b.     Saat menyetor ke kas negara

Pajak penghasilan (pph 21) x,xxx,xxx
…… Kas x,xxx,xxx

Penyetoran pajak pengahasilan (Pph) pasal 21 adalah penyetoran kewajiban karyawan yang dipotong dari penghasilannya sesuai undang-undang yang tidak terkait dengan asset/beban/biaya perusahaan sehingga mencatat penyetoran pajak penghasilah sebagai biaya dibayar dimuka adalah kekeliruan.

Ppn, Biaya meterai adalah pajak yang dikenakan pada saat terjadinya transaksi kena pajak (penjualan), biasanya dibebankan kepada pembeli.  PPn merupakan bagian dari beban/biaya  bukan Asset dan dapat dipindahkan kepada pihak lain bila barang tersebut dijual. PPn, Biaya meterai juga tidak dicatat sebagai biya dibayar dimuka

Pada saat membeli barang yang dikenakan PPn timbul kewajiban atas PPn (ppn Masukan) yang merupakan bagian dari rekening Pasiva (Hutang). Dalam pembayaran pembelian tersebut sebagian kas yang dibayarkan adalah untuk membayar Utang PPn tersebut. (tidak ada hubungannya dengan biaya dibayar dimuka). Pada saat menjual,  perusahaan berkewajiban memungut pajak atas penjualan barang kena pajak,(PPn Keluaran)  sehingga timbul utang kepada negara dan hutang tersebut dapat dikompensasikan langsung dengan beban pajak yang terjadi pada saat membeli barang tersebut (Ppn Masukan). Bila PPn Keluaran lebih besar dari PPn Masukan maka pada neraca akan terlihat sebagai hutang sedangkan bila PPn Masukan lebih besar dari pada PPn keluaran tidak akan ditampilkan pada neraca karena dicatat sebagai beban perusahaan. Pencatatan Ppn sebagai biaya dibayar dimuka adalah kekeliruan.

Bentuk Jurnal PPn.

Saat Pembelian

Pembelian/Persediaan barang dagang x,xxx,xxx
Ppn x,xxx,xxx
……Kas/utang x,xxx,xx

Saat  Penjualan

Kas/Piutang x,xxx,xxx
Penjualan x,xxx,xxx
Ppn x,xxx,xxx

Jika Saat pembelian dicatat sebagai persediaan maka

Persediaan                                              x,xxx,xxx

Harga Pokok                                                                   x,xxx,xxx

Bila pada periode tertentu menaca menunjukan adanya hutanng PPn, maka utang tersebut berarti ppn keluaran lebih besar dari pada ppn masukan dan kelebihan tersebut harus disetor ke kas negara.

Jurnal Pada Saat Penyetoran ke kas negara

PPn                                                         x,xxx,xxx

Kas                                                                       x,xxx,xxx

Ppn tidak pernah menjadi asset perusahaan, pada pt. sinarindo dicatat demikian

Penggunaan dana perusahaan yang disebutkan sebagai piutang pemegang saham, oleh petugas pajak dapat dianggap sebagai penghasilan bagi pemegang saham, dan dikenakan Pph.

Perhitungan PPN.

Ada dua cara untuk menghitung ppn yaitu :

Exclude PPn (Excl)  : Yaitu  PPn dihitung  n % dari nilai jual barang /Jassa kena pajak setelah dikurangi discount.

Include PPn (InCl) : Yaitu Nilai Jual sudah termasuk PPn  n %

Non PPn adalah bentuk transaksi hanya berlaku untuk penyerahan barang dan jasa tidak kena pajak.

Pajak Pribadi Juga Harus Jadi Perhatian Kita

1 Feb

Halo Klabers, perencanaan pajak pribadi atau tax planning adalah upaya penghematan dengan cara menekan jumlah kewajiban pajak tanpa bertentangan dengan UU Pajak yang berlaku.

Hal ini sangat lumrah karena pajak dianggap sebagai biaya, sehingga untuk meminimalisir biaya tersebut perlu dilakukan berbagai upaya atau strategi tertentu. Intinya adalah bagaimana agar pajak yang dibayar tidak lebih dari jumlah yang seharusnya dan akhirnya akan memperoleh keuntungan serta likuiditas yang diharapkan bagi kita.

Bagaimana konsep perencanaan pajak bisa diterapkan di Indonesia? Setidaknya ada tiga jenis pajak yang relevan untuk perencanaan keuangan keluarga:

  1. Pajak yang timbul dari pembelian (PPN).
  2. Pajak yang timbul karena kepemilikan (PBB, PPnBM, BPHTB dan pajak kendaraan).
  3. Pajak yang timbul karena adanya penghasilan (PPh).

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada umumnya sudah dimasukkan ke dalam harga barang yang dibeli/konsumsi. Penjual barang yang dikategorikan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) memiliki kewajiban untuk memungut pajak dari konsumennya. Namun dalam kasus Klabers melakukan kegiatan penambahan nilai secara independen maka membayar PPN kepada kantor pajak adalah keharusan. Misalnya membangun rumah sendiri tanpa bantuan kontraktor, maka Klabers harus membayar PPN. Untuk perencanaan PPN, Klabers harus memperhitungkan nilai barang yang akan konsumsi setelah pajak supaya anggarannya tidak membengkak. Tarif PPN adalah sebesar 10 persen.

Untuk aset yang sudah dimiliki, anggaran pajak kepemilikan harus diperhatikan. Jika memiliki kendaraan bermotor, jangan lupa untuk membayar pajaknya setiap tahun. Kalau memiliki rumah di atas sebidang tanah maka setiap tahunnya wajib membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang besarnya berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Dalam kasus kepemilikan apartemen, jika Klabers adalah pemilik pertama maka ada tiga jenis pajak yang harus dibayar yaitu : PPN, PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah). Namun jika Klabers adalah pemilik kedua dan seterusnya, maka pajak yang harus dibayar hanyalah BPHTB.

Berikut ini strategi penerapan tax planning untuk orang pribadi yang bisa menjadi awal perenungan:

  1. Jika tidak ada Perjanjian Pisah Harta atau Penghasilan, istri tidak perlu memiliki NPWP sendiri, karena dapat mengikuti register NPWP suami.
  2. Hindari pelanggaran terhadap peraturan perpajakan, misalnya telat untuk melaporkan SPT dan/atau telat membayar pajak, yang dapat dikenakan sanksi administrasi. Apabila belum selesai menyiapkan SPT Tahunan, Klabers dapat mengajukan permohonan penundaan pelaporan sebelum jatuh tempo, sehingga tidak dikenakan sanksi administrasi.
  3. Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam 1 (satu) tahun kurang dari Rp 4,8 miliar boleh menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto, dengan syarat memberitahukan Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. Keuntungan menggunakan norma penghitungan adalah adanya kemudahan praktek penghitungan pajak. Wajib Pajak juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menyelenggarakan pembukuan. Keuntungan yang lainnya adanya kemudahan menghitung Pajak Penghasilan.
  4. Sama halnya dengan menyusun perencanaan keuangan tahunan, Klabers juga perlu membuat perencanaan perpajakan, semua pengeluaran dan kebutuhan selama setahun perlu dicatat agar dapat mengetahui total pengeluaran berbanding dengan penghasilan.
  5. Jika hendak berbisnis, maka Klabers sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi dapat mengambil keuntungan dari pemilihan bentuk perusahaan yang tepat. Misalnya, jika peredaran bruto satu tahun tidak melebihi Rp 600 juta dapat memilih perusahaan perorangan yang akan dikenakan tarif pajak dengan tarif terendah 5%.
  6. Berinvestasi di Reksa Dana dengan jangka waktu kurang dari lima tahun karena bukan objek pajak penghasilan.
  7. Program apartemen bersubsidi dari pemerintah yang sedang marak dipasarkan bisa dilirik sebagai salah satu pilihan untuk memiliki tempat tinggal. Karena pemerintah akan membebaskan PPN untuk pembelian satu unit apartemen bersubsidi jika memiliki pendapatan maksimal Rp48 juta per tahun.

OkeZone.com, 4 Januari 2010

%d bloggers like this: